Menulis untuk diri sendiri...

 

Sebenarnya ketika seseorang menulis terutama di blog, untuk siapa dia menulis?

Kalau tujuannya adalah untuk orang banyak perlu ditanyakan lagi, isi tulisan yang ingin dibaca orang banyak itu terkait materi apa? Saya berpikir jika menulis dengan tema atau berita terkini agar banyak orang yang membaca, bukankah sudah banyak situs-situs berita online yang dimiliki pemodal besar dengan banyak kontributor yang menulis berita tak henti-hentinya setiap jamnya?

Jika menulis untuk orang banyak juga, tentu orang yang akan menulis memikirkan apa tema tulisan yang kira-kira akan dicari dan dibaca banyak orang. Karena sekali lagi, target tulisannya adalah banyak orang.

Kemudian saya berpikir. Mengapa seseorang ingin tulisannya dibaca banyak orang? Apakah ingin uang dari banyak orang itu? Atau hanya ego atau pengakuan dari banyak orang bahwa yang menulis jago menulis? Maka semenjak itu, saya berpikir mengapa saya menulis tidak untuk diri sendiri? Atau setidaknya saya menulis untuk keluarga terutama anak-anak saya. Suatu saat ketika anak saya dewasa, mereka dapat membaca tulisan-tulisan saya.

Maka dengan itu, ketika seseorang menulis untuk diri sendiri, dia memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk menulis. Dia tidak didikte banyak orang dalam menulis. Menulis menjadi hobi. Menulis menjadi media latihan untuk belajar menyusun argumen atau pendapat secara runut. Menulis juga dapat menjadi media introspeksi diri tentang kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan. Menulis dapat juga menjadi media untuk merencanakan masa depan.

Menulis untuk banyak orang juga perlu mengorbankan privasi. Karena hal yang akan ditulis hanyalah bersifat umum dan tidak menyangkut keluarga. Kecuali orang-orang tertentu yang tidak membutuhkan privasi dan kehidupan keluarganya bersedia di-expose. Bagi saya yang memiliki batasan yang agak luas terkait privasi dan pada dasarnya tidak menyukai publisitas, menulis untuk diri sendiri menentramkan jiwa. Memerdekakan diri.

Selamat untuk diri sendiri yang telah merdeka menulis.

Comments

Popular posts from this blog

Perguruan Tinggi Kedinasan

Sepuluh Calon Presiden Potensial di Pemilu 2014

Berbuka puasa dengan laksan...