Memimpin Seperti Seorang Entrepreneur

Oleh: Robert Kiyosaki

Anda mungkin sering mendengar tentang memimpin sebuah perusahaan. Pemimpin harus memiliki visi. Pemimpin memiliki kharisma. Saya akan memberitahu Anda bahwa pemimpin juga membutuhkan kesederhanaan. Jika Anda adalah pemimpin dengan visi, kemudian Anda akan memimpin perusahaan Anda melalui sesuatu hal yang baru, wilayah yang belum dipetakan.

Oleh karena itu, kami menyelam ke dalam laut yang baru dan belum dipetakan dengan aplikasi dan permainan digital, saya telah meminta Shane Caniglia - Presiden Rich Dad, digital mastermind and a serial entrepreneur - untuk memberikan pengalamannya karena kita telah memulai petualangan ini. Shane telah memimpin kreasi dari permulaan aplikasi baru kita yang kami sebut Rich Dad Poor Dad powered by Clutch Learning. Shane memiliki visi. Shane membangun tim. Bersama-sama, Shane dan saya memimpin perusahaan dalam sebuah area baru secara keseluruhan, dan ini berarti memimpin perusahaan dengan kesalahan-kesalahan kami.

Orang-orang akan akan memberitahu Anda ada banyak cara untuk belajar. Saya akan memberitahu Anda bahwa sebuah komponen utama dalam pembelajaran adalah membuat kesalahan. Inilah alasan mengapa saya membuat the original CASHFLOW game. Saya merekomendasikan bahwa ketika orang-orang memainkan CASHFLOW game, setidaknya mereka memainkannya 10 kali. Ini tidak untuk memenangkan permainan tetapi untuk membuat sebanyak mungkin kesalahan yang mungkin dibuat dan belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Masalah-masalah tidak terlalu menyakitkan dengan uang mainan. Setiap permainan, terutama yang membuatmu kalah, sesungguhnya membuatmu lebih pintar, dan lebih siap untuk dunia yang sebenarnya.

Untuk sukses, ide yang berani harus dilakukan. Sebaliknya, semuanya hanya menjadi sebuah ide. Sadarilah bahwa kesalahan-kesalahan itu akan dibuat. Ketika kita masuk ke dalam dunia digital smartphone dan tablet, dan aplikasi-aplikasi membuatnya sangat powerful, kita dipaksa untuk belajar dengan rendah hati dari kesalahan-kesalahan kita. Terkadang kita menang tetapi di awal-awal kebanyakan kita melakukan kesalahan; kita belajar. That's Okay.

Kebanyakan orang tidak pernah menang karena ketakutan mereka yang lebih besar akan kekalahan. Itulah mengapa sekolah itu begitu konyol. Di sekolah kita belajar bahwa kesalahan adalah hal buruk, dan kita dihukum karena membuat kesalahan. Sampai sekarang jika kita melihat cara-cara manusia didesain untuk belajar, kita belajar dengan membuat kesalahan. Kita belajar berjalan dengan jatuh. Jika kita tidak pernah jatuh, kita tidak akan pernah bisa berjalan. Hal ini sama ketika kita belajar bersepeda. Kita masih memiliki luka di lutut kita, tetapi sekarang kita bisa mengendarai sepeda tanpa berpikir. Hal yang sama juga berlaku dalam kesuksesan bisnis. Sayangnya. alasan utama kebanyakan orang tidak sukses adalah karena mereka sangat takut dengan kegagalan. Pemenang tidak pernah takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses kesuksesan. Orang-orang yang menghindari kegagalan menghindari kesuksesan.

Shane Caniglia:

"Satu hal yang telah kami pelajari adalah bisnis dalam dunia digital sekarang adalah masih hanya sebuah bisnis.  Kebanyakan orang memandang teknologi sebagai sebuah produk yang tampil di layar mereka tetapi tidak berpikir tentang misi, tim, dan kepemimpinan (bisnis) di balik yang membuat sebuah kesuksesan atau sebuah kegagalan.

Prinsip-prinsip yang dipraktikan sebelumnya masing kedengaran benar, ini hanya nuansanya saja yang berubah. Seperti sebelumnya, kesalahan-kesalahan akan dilakukan. Satu kesalahan yang kita buat menggabungkan dengan parner yang salah. Kami menemukan individu yang sangat dihargai dalam digital app dan gaming industry yang memiliki kesimpulan yang sempurna. Orang ini sangat pas sebagai ideal partner. Kami salah.

Kami sangat antusias dengan usaha baru kami yang kami lupa dengan tanda-tanda bahaya dan melupakan bahwa single person tidak membuat sebuah bisnis atau membangun sebuah produk, tapi sebuah tim melakukannya. Kami menemukan seseorang yang kami pertimbangkan untuk menjadi perfect parner, tetapi kami tidak melihat masa lalu individu ini untuk belajar tentang tim mereka.

Dalam kasus ini, tidak ada tim yang sebenarnya di balik individu. Individu merasa bahwa mereka hebat dan bisa menang dengan siapapun dalam tim mereka. Mereka merasa tim tidak penting karena mereka adalah individu-individu yang hebat. Well, bisnis tidak bekerja seperti itu.

Jika Anda melihat Rich Dad B-I triangle, Anda akan melihat bahwa Tim, Misi, dan Kepemimpinan adalah semua dalam tepi terluar dari triangle, bagian yang terpenting, tetapi mereka semua sama. Jika Anda tidak memiliki semua ketiganya, Anda akan jatuh. Kita mempunyai misi, dan kita mempunyai kepemimpinan, dan kita tidak memperhatikan tim kita menyewa cukup dekat. Sebagai gantinya, kita memperhatikan pemimpin tim. Itu saja tidak cukup.

Dengan setiap usaha baru, ini sangat mudah terhanyut oleh antusias dan emosi saat memasuki sesuatu yang baru dan menantang. Ambil langkah ke belakang dan evaluasi apakah semua aspek dari bisnis kita ditujukan pada hal  yang tepat. Jika Anda tidak melakukannya, lubang-lubang akan muncul dan bisnis Anda akan menderita. Kesalahan adalah bagian dari bisnis dan bagian kehidupan; adalah apa yang Anda pelajari dari kesalahan-kesalahan yang membuat perbedaan."

Di blog selanjutnya, Shane dan saya akan membagi lebih banyak pelajaran yang telah kami pelajari dari kesalahan-kesalahan kami di dunia digital. Kami dengan rendah hati mengakui kesalahan kami, belajar, dan membagikannya. Kami akan mengambil kesalahan ini dan menemukan pengetahuan yang akan memungkinkan kita untuk membuat lebih banyak aplikasi untuk banyak alat dan menjangkau lebih banyak orang. Itulah yang entrepreneur lakukan; mereka mencari solusi atas sebuah masalah dan belajar bagaimana melayani lebih banyak orang dalam prosesnya. Seorang visioner memimpin dengan berani melakukan kesalahan, dan kemudian belajar darinya dan kemudian terbang tinggi ke level yang lebih tinggi.

So, jika Anda memiliki iPhone atau iPad, check out our new app bernama Rich Dad Poor Dad powered by Cluth Learning, kemudian follow series blog ini dan belajar dari petualangan baru kami yang menyenangkan dalam dunia digital. Kami akan melakukan kesalahan. Kami akan belajar. Anda akan belajar.

Kami akan membuat aplikasi terbaik untuk device-device itu untuk menyediakan sebuah cara yang baru dan lebih baik untuk belajar. Oh dan jangan khawatir, kami akan belajar semua pelajaran baru ketika kami memasuki dunia Android juga.

Comments

Popular posts from this blog

Perguruan Tinggi Kedinasan

Sepuluh Calon Presiden Potensial di Pemilu 2014

Berbuka puasa dengan laksan...