Kekagumanku kepada Syaikh Yusuf Qardhawi

Aku susah menjelaskan mengapa aku sangat mengagumi ulama yang satu ini. Namanya pertama kukenal sebagai pemikir dan pengarang materi-materi tarbiyah. Terhitung dari konsep Syumuliatul Islam, Fiqh Al-Awlawiyat (Fiqh Prioritas), Fiqh Aqoillat, dan masih banyak lagi beserta Fatwa-fatwa kontemporernya yang kontroversial yang menghentak dunia. Fatwa-fatwa itu antara lain Fatwa bahwa wanita dan nonmuslim boleh jadi presiden dan mufti, fatwa boleh meminum alkohol dalam jumlah yang tertentu, pernyataannya bahwa Sayyid Quth bukanlah Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah.



Memang kontroversial. Tapi setelah kita mendalami lebih lanjut fatwa-fatwa tersebut, kita juga mau tidak mau harus mengakui fatwanya tersebut. Perkenalanku dengan Syaikh Qardhawi semakin dalam ketika secara tidak sengaja aku menemukan buku otobiografinya terbitan Tarbawi Press dengan judul "Aku dan Al-Ikhwan Al-Muslimun". Di buku itu beliau dengan bahasa yang sangat halus menyampaikan sebagian perjalanan hidupnya bersama Dakwah Ikhwan. Memang begitulah cara beliau menulis buku jika antum pernah membaca karya-karyanya. Bahkan di bukunya tidak ada satu kata "kafir" pun.


Beliau merupakan mahasiswa jebolan Universitas Al-Azhar, Mesir. Dan sekarang beliau masih hidup dan bermukim di Qatar, negara yang menjamin keselamatan nyawanya. Pernah suatu saat Presiden SBY berkunjung ke Qatar dan bertemu dengan Syaikh Qardhawi. Syaikh berkata kepada SBY, "Sesungguhnya kami orang Arab menunggu kebangkitan Islam dari Indonesia". Pernyataan itu diulang sampai tiga kali oleh Syaikh kepada SBY.
Sikap universalitas Islam yang ia kembangkan juga ia praktikkan sendiri dalam keluarganya. Dari sekian banyak anaknya, yang belajar ilmu agama hanya satu. Yang lainnya ada yang menjadi Sarjana Nuklir, Sarjana Teknik, dan bidang ilmu keduniaan lainnya yang mereka ambil di universitas-universitas modern terkemuka di Eropa dan Amerika.
Karena beliau memandang Islam tidak akan bangkit kalau Islam hanya dalam tempurung saja. Islam harus keluar, menyapa dunia, dan menjadi rahmat bagi semesta alam.


Sekarang Syaikh sudah tua. Aku takut Dakwah Ikhwan akan kehilangan orang yang membimbing arah organisasi ini. Fatwa-fatwa Syaikh masih sangat dibutuhkan seiring dengan semakin kompleksnya masalah umat. Semoga Alloh memperpanjang umur Syaikh Yusuf Qardhawi dan menghadirkan generasi harapan yang siap menjadi pelanjut dakwah ini.


Wallahu 'Alam.
(Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk pengkultusan Syaikh Qardhawi, karena beliau sendiri tidak suka dengan pengkultusan. Tulisan ini hanya wujud ungkapan kekagumanku kepada beliau)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Perguruan Tinggi Kedinasan

Sepuluh Calon Presiden Potensial di Pemilu 2014

Berbuka puasa dengan laksan...