Kucingku Mati
Ketika masih kecil, salah satu kesedihan yang paling mendalam adalah ketika kucing kesayanganku mati. Walaupun aku mendapatkan penggantinya, setiap kucing yang kupelihara memiliki kenangan tersendiri. Dan kucing yang menjadi pengganti pun mati dalam beberapa waktu kemudian. Sampai akhirnya aku tidak diperbolehkan lagi oleh orang tuaku untuk memelihara kucing karena adik kecilku sering melakukan tindakan overloving terhadap kucingku, seperti menggendong, tidur bareng, bahkan yang lebih ekstrimnya lagi menciumnya.
Kematian mereka (baca: kucing-kucingku) disebabkan oleh hal-hal tragis yang berbeda antarkucingku yang satu dengan kucingku yang lain.
Ada kucingku yang mati karena makan serangga beracun, bahkan yang lebih parah ada yang tercincang masuk ke kipas pendingin mesin mobil (entah apalah namanya).
Bahkan ada kucingku yang gemuk, bersih, gagah, berwarna belang, mirip musang yang sedari kecil dia kupelihara harus kubuang ke pasar, lantaran dia sudah sekarat karena ketika dia tidur di bawah ban mobil, ban mobil melindas sebagian tubuhnya yang sedang tidur melingkar, sehingga mulut, ujung kaki, dan ujung tangannya hancur. Dia kutemukan ketakutan dan cacat di bawah parit. Ketika kucari-cari ternyata ia berada di sana dan kubawa ke rumah. Nangis dan miris melihatnya.
Kusarankan kepada orang tuaku untuk membawanya ke dokter hewan. Tapi orang tuaku menolaknya, ngabis-ngabisin uang katanya. Akhirnya dia pun kami buang ke pasar terdekat. Sampai sekarang aku tak tahu nasibnya.
Ketika kita memelihara kucing, kita harus siap akan kebahagian dan kesedihan yang dimunculkan. Kalau kita mau mengelus bulunya kita juga harus siap dicakarnya.
Begitu juga dalam kehidupan, segala sesuatunya memiliki kebaikan dan keburukan, kebahagiaan dan kesedihan.
Sehingga kesadaran akan hal ini membuat kita tidak berlebihan dalam menikmati kebahagian dan kesedihan.

ganti peliharaan kuda apa sapi
ReplyDelete@Anonymous Haha sekalian ternakan ya... :)
ReplyDeletesedih gan kalo harus ndenger kucing kesayangan kita mati aq juga pernag ampek nangis,,,,kebayang terus....
ReplyDeletesama aku inget juga sama kucing ku si andut(namanya gendut panggilan andut) dia terpaksaku tinggal sama keluarga lantaran harus merantau
ReplyDeletekangen ngelus dia lagi...